
Brand Affiliate







Sistem keamanan, atau security system, merujuk pada serangkaian perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk melindungi properti, informasi, atau orang dari risiko keamanan. Sistem ini mencakup berbagai teknologi untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons terhadap ancaman atau insiden keamanan. Berikut adalah beberapa elemen umum yang dapat ditemukan dalam sebuah security system: Sensor keamanan, CCTV, Alarm Keamanan, Akses Kontrol.
Kamera CCTV
Fungsi CCTV
CCTV berfungsi sebagai perangkat keamanan yang bisa mengawasi, menyiarkan, dan merekam kejadian di suatu tempat. Penggunaan CCTV paling banyak adalah untuk publik seperti lalu lintas dan tempat-tempat umum. Peletakkan CCTV di lalu lintas dan tempat umum bertujuan untuk merekam dan menyimpan suatu peristiwa atau pelanggaran aturan agar kelak bisa digunakan sebagai barang bukti yang valid. Sementara untuk tujuan pribadi CCTV digunakan untuk mengawasi dan merekam jika ada tindak kejahatan seperti perampokan dan pencurian di rumah pribadi maupun pertokoan.

Bagian-bagian CCTV
Dalam suatu system CCTV, terdapat bagian-bagian perangkat yang memiliki fungsinya tersendiri. Berikut ini adalah bagian-bagian dari CCTV.

Camera
Bagian ini sangat penting dalam sistem CCTV karena perangkat kamera inilah yang menangkap gambar dan rekaman kejadian di tempat yang dituju.
Memory
Perangkat ini untuk hasil rekaman-rekaman yang didapat dari DVR
Digital Video Recorder
Perangkat ini berfungsi untuk merekam apa yang dipantau oleh unit kamera CCTV.
Jenis-jenis CCTV

Analog CCTV
Analog adalah CCTV konvensional yang paling umum digunakan. CCTV ini masih menggunakan DVR sebagai perangkat perekamnya.
Digital CCTV (IP)
CCTV ini adalah inovasi lanjutan dari versi analog. CCTV ini tidak lagi menggunakan DVR tetapi NVR (Network Video Recorder). Dengan CCTV ini, kita bisa memantau siaran kamera CCTV dari mana saja dengan koneksi internet.


Simple CCTV
CCTV model ini hanya terdiri dari kamera CCTV, kabel, dan monitor. Power Supply didapat dari monitor langsung ke perangkat kamera.
Security Alarm System
Fungsi Alarm
Alarm system adalah sebagai pengaman jika seseorang melakukan kejahatan dengan memasuki are tertentu seperti gedung maupun brankas tanpa izin, alarm akan berbunyi yang disertai dengan integrasi telepon ke handphone yang memberi tahu bahwa ada zone alarm yang sedang tidak aman.
Alat-alat sensor
Passive Infra Red (PIR)
Alat ini berfungsi sebagai alat deteksi gerak dengan menangkap objek yang bergerak.
Panel Modul
Alat yang paling utama yang berperan penting sebagai wadah integrasi semua sensor.
Keypad
Alat untuk mengoperasikan alarm tersebut sebagai otak pemrogramman semua zone alarm.
Glassbreak
Berfungsi sebagai alat sensor yang menerima sinyal jika ada hentakan pecahan atau sensor pukulan dikaca.
Panic Button
Alat yang dioperasikan secara manual dengan menekan tombol, jika ada kejadian yang tidak diinginkan seperti perampokan maka alat tersebut akan mengirim sinyal ke HP.
Door Contact (DC)
Sensor tersebut biasa dipasang di area pintu utama belakang maupun pintu brangkas yang berfungsi sebagai sensor micro atau saklar magnet otomatis yang akan berbunyi ketika ada yang membuka paksa pintu tanpa izin.
Seismic (Sensor Getar)
Sensor Getar yang biasa dipasang di dinding gedung yang dianggap rawan atau dibody ATM yang bekerjanya setiap ada getaran maka alat tersebut akan berbunyi.
Kickbar (Sensor Kaki)
Seperti panic button dengan menekan manual, tetapi kickbar ditekan dengan kaki sehingga tidak mencurigakan pelaku kejahatan.





